
Tanaman herbal telah lama menjadi bagian integral dari sistem pengobatan tradisional di berbagai budaya, termasuk di Indonesia. Salah satu tanaman herbal yang mulai mendapatkan perhatian lebih luas karena manfaat kesehatannya yang luar biasa adalah Daun Dewa (Gynura divaricata). Tanaman ini dikenal luas dalam pengobatan tradisional Tiongkok dan juga telah digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai ramuan herbal. Salah satu keunggulan utama dari daun dewa adalah kemampuannya dalam menghentikan pendarahan, mengobati luka, dan menurunkan tekanan darah, yang menjadikannya sangat berharga dalam penanganan kondisi akut maupun kronis secara alami.
Mengenal Daun Dewa
1. Identifikasi dan Ciri Fisik
Daun dewa merupakan tanaman perdu yang tumbuh subur di dataran tinggi dan daerah sejuk. Tingginya bisa mencapai 50 cm hingga 100 cm. Daunnya berwarna hijau keunguan dengan permukaan berbulu halus. Bunganya kecil, berwarna kuning, dan tumbuh di ujung batang. Tanaman ini mudah diperbanyak melalui stek batang, menjadikannya cocok untuk ditanam sebagai tanaman obat keluarga (TOGA) di pekarangan rumah.
2. Kandungan Senyawa Aktif
Khasiat daun dewa tidak lepas dari kandungan senyawa aktif di dalamnya. Beberapa senyawa penting yang terkandung di dalamnya antara lain:
- Flavonoid
- Saponin
- Tanin
- Minyak atsiri
- Alkaloid
- Glikosida
- Antioksidan alami (seperti fenolik)
Kombinasi senyawa-senyawa ini memberikan daun dewa sifat antiinflamasi, hemostatik (menghentikan pendarahan), antibakteri, antihipertensi, dan mempercepat regenerasi jaringan.
Khasiat Daun Dewa dalam Menghentikan Pendarahan
1. Mekanisme Penghentian Pendarahan
Daun dewa memiliki kemampuan hemostatik, yaitu menghentikan atau mempercepat pembekuan darah saat terjadi luka. Kandungan tanin dan flavonoid berperan besar dalam mempercepat penyempitan pembuluh darah kecil (vasokonstriksi) sehingga mengurangi aliran darah ke area luka. Selain itu, senyawa ini juga membantu merangsang agregasi trombosit untuk mempercepat pembentukan jaringan bekuan darah.
2. Cara Penggunaan
Untuk menghentikan pendarahan ringan seperti luka sayat, goresan, atau mimisan, daun dewa dapat digunakan dengan cara berikut:
- Ambil beberapa lembar daun dewa segar, cuci bersih.
- Tumbuk halus hingga mengeluarkan lendir.
- Tempelkan langsung pada luka berdarah dan balut dengan kain bersih.
Hasilnya biasanya akan terlihat dalam beberapa menit, dengan pendarahan yang mulai berkurang atau berhenti total.
3. Efektivitas Klinis
Walau bukti ilmiah skala besar masih terbatas, beberapa penelitian praklinis dan uji coba lokal menunjukkan bahwa daun dewa efektif dalam menghentikan pendarahan dan mempercepat pembekuan darah lebih cepat daripada plester atau antiseptik konvensional dalam luka kecil. Penelitian juga mencatat efek antimikroba yang membantu mencegah infeksi setelah luka.
Khasiat Daun Dewa dalam Mengobati Luka
1. Sifat Antiinflamasi dan Regeneratif
Pengobatan luka memerlukan pengendalian peradangan dan regenerasi jaringan. Daun dewa memiliki kandungan flavonoid, saponin, dan minyak atsiri yang berfungsi sebagai antiinflamasi alami, mengurangi pembengkakan, dan meredakan nyeri. Selain itu, saponin juga merangsang produksi kolagen yang penting untuk pembentukan jaringan kulit baru.
2. Aplikasi Topikal
Untuk mengobati luka luar, metode aplikasinya serupa dengan penggunaan untuk menghentikan pendarahan. Selain ditumbuk, daun dewa juga bisa dikeringkan dan dijadikan salep herbal yang dicampur dengan minyak kelapa murni atau minyak zaitun.
Manfaatnya antara lain:
- Mempercepat penyembuhan luka bakar ringan dan luka sayat.
- Mencegah infeksi pada luka terbuka.
- Mengurangi bekas luka karena membantu regenerasi kulit.
3. Dukungan dari Penelitian
Beberapa studi lokal menunjukkan bahwa luka yang dioleskan ekstrak daun dewa menunjukkan penyembuhan lebih cepat dibandingkan kelompok kontrol. Hal ini terkait dengan tingginya aktivitas antioksidan dan pengurangan aktivitas enzim perusak jaringan.
Khasiat Daun Dewa dalam Menurunkan Tekanan Darah
1. Penyebab Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah masalah kesehatan global yang meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal. Salah satu penyebab utama adalah penyempitan pembuluh darah akibat stres oksidatif dan penumpukan plak.
2. Daun Dewa Sebagai Antihipertensi Alami
Daun dewa bekerja menurunkan tekanan darah melalui berbagai cara:
- Vasodilatasi: Flavonoid dan alkaloid dalam daun dewa membantu melebarkan pembuluh darah, sehingga menurunkan tekanan dalam arteri.
- Antioksidan: Kandungan antioksidan menetralkan radikal bebas yang merusak dinding pembuluh darah.
- Diuretik ringan: Meningkatkan ekskresi natrium dan air dari tubuh, membantu mengurangi beban jantung.
3. Cara Konsumsi
Untuk penggunaan sebagai penurun tekanan darah, daun dewa bisa dikonsumsi dengan berbagai cara:
- Teh herbal: Rebus 5–7 lembar daun dewa segar dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum 1–2 kali sehari.
- Jus segar: Blender daun dewa dengan sedikit air dan madu.
- Kapsul herbal: Di beberapa apotek herbal, tersedia ekstrak daun dewa dalam bentuk kapsul atau serbuk.
4. Efek Samping dan Dosis
Konsumsi daun dewa dalam dosis wajar umumnya aman. Namun, penggunaan berlebihan bisa menyebabkan mual atau gangguan lambung pada sebagian orang. Disarankan untuk tidak melebihi konsumsi 2 gelas rebusan per hari tanpa pengawasan tenaga medis.
Keunggulan Daun Dewa Dibanding Herbal Lain
1. Multiguna
Berbeda dari beberapa herbal yang hanya fokus pada satu sistem tubuh, daun dewa memberikan efek multisistem: menghentikan pendarahan, mempercepat penyembuhan luka, dan membantu menurunkan tekanan darah.
2. Mudah Ditanam dan Diakses
Tanaman ini dapat tumbuh dengan mudah di pekarangan rumah tanpa perawatan khusus. Ini menjadikan daun dewa sebagai alternatif herbal rumah tangga yang hemat biaya.
3. Minim Risiko Ketergantungan
Tidak seperti obat kimia yang dapat menyebabkan ketergantungan atau efek samping jangka panjang, penggunaan daun dewa dengan bijak cenderung lebih aman untuk penggunaan jangka panjang.
Kombinasi Daun Dewa Dengan Herbal Lain
Untuk memperkuat efeknya, daun dewa sering dikombinasikan dengan herbal lain:
- Daun sambung nyawa: Untuk membantu pengenceran darah dan detoksifikasi.
- Temulawak: Menambah efek antiinflamasi dan pelindung hati.
- Pegagan: Meningkatkan regenerasi jaringan dan fungsi otak.
Kombinasi ini kerap digunakan dalam ramuan tradisional untuk penderita hipertensi kronis, luka luar kronik, atau pasca operasi.
Perhatian dan Kontraindikasi
Meski bersifat alami, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
- Wanita hamil dan menyusui disarankan berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi daun dewa.
- Orang dengan gangguan pembekuan darah atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah harus berhati-hati, karena efek hemostatik daun dewa bisa berinteraksi dengan obat-obatan tersebut.
- Hindari penggunaan berlebihan dan selalu perhatikan reaksi tubuh.
Kesimpulan
Daun dewa adalah salah satu herbal yang sangat potensial dan layak untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari pengobatan alami yang komprehensif. Khasiatnya dalam menghentikan pendarahan, mempercepat penyembuhan luka, dan menurunkan tekanan darah membuatnya menjadi tanaman serbaguna yang patut dimiliki di setiap rumah.
Penggunaan daun dewa sebaiknya didasarkan pada pemahaman yang baik tentang dosis dan cara pemakaian yang benar. Meskipun pengobatan herbal tidak selalu bisa menggantikan pengobatan medis modern, namun dengan pendekatan holistik, tanaman seperti daun dewa dapat menjadi penunjang yang sangat efektif untuk menjaga kesehatan secara alami dan berkelanjutan.
