Beluntas Digunakan Sebagai Obat Tradisional Untuk Mengurangi Bau Badan Dan Menjaga Kesehatan Saluran Pencernaan

Tanaman herbal memiliki peran penting dalam pengobatan tradisional di berbagai budaya, termasuk Indonesia. Salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat tradisional namun belum banyak dikenal secara luas adalah beluntas (Pluchea indica). Tanaman ini tergolong semak, tumbuh liar namun mudah dibudidayakan, dan sering digunakan oleh masyarakat Jawa, Madura, dan daerah lain di Indonesia sebagai bagian dari pengobatan alami.

Beluntas memiliki manfaat unik yang jarang dimiliki oleh tanaman herbal lain, yaitu kemampuannya mengurangi bau badan dari dalam tubuh secara alami, sekaligus menjaga kesehatan saluran pencernaan. Tanaman ini juga mudah ditanam di pekarangan rumah dan dapat dikonsumsi sebagai lalapan, teh, atau rebusan. Khasiatnya berasal dari kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, alkaloid, dan minyak atsiri yang telah terbukti secara ilmiah memberikan manfaat bagi tubuh.

Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai manfaat beluntas, mulai dari pengenalannya, kandungan zat aktif, mekanisme kerjanya dalam tubuh, penggunaan tradisional, hingga potensi pengembangannya sebagai produk kesehatan alami di masa depan.


1. Mengenal Beluntas: Tanaman Herbal yang Kaya Khasiat

Beluntas (Pluchea indica) adalah tanaman semak yang tumbuh hingga ketinggian 2 meter, dengan ciri khas daun yang kecil, hijau cerah, berbulu halus, dan beraroma khas. Tanaman ini tumbuh liar di berbagai wilayah tropis Asia Tenggara dan telah digunakan sejak ratusan tahun lalu sebagai obat herbal oleh masyarakat tradisional.

Karakteristik beluntas:

  • Daun kecil, bergerigi, dan beraroma khas saat diremas
  • Tumbuh subur di lahan panas dan kering
  • Bisa dimanfaatkan segar atau dikeringkan
  • Seluruh bagian tanaman (daun, batang, akar) memiliki nilai pengobatan

2. Kandungan Senyawa Aktif dalam Beluntas

Khasiat beluntas tidak lepas dari kandungan senyawa bioaktif yang dimilikinya. Beberapa komponen utama yang berperan aktif antara lain:

  • Flavonoid: antioksidan kuat yang juga membantu menurunkan bau badan
  • Tanin: memiliki efek astringen dan antimikroba
  • Alkaloid: bersifat stimulan ringan dan membantu pencernaan
  • Minyak atsiri: memberi aroma khas serta bersifat antibakteri
  • Saponin: meningkatkan imunitas dan membantu metabolisme
  • Sterol dan triterpenoid: mendukung kesehatan jaringan dan organ

Kombinasi senyawa ini memberikan efek antimikroba, antiperadangan, dan detoksifikasi, sehingga menjadikan beluntas sebagai herbal multifungsi.


3. Manfaat Beluntas untuk Mengurangi Bau Badan

Bau badan seringkali disebabkan oleh kombinasi antara keringat dan aktivitas bakteri pada permukaan kulit. Namun, bau tubuh juga bisa muncul dari dalam, terutama akibat gangguan pencernaan, penumpukan racun, atau metabolisme yang tidak optimal.

Beluntas bekerja dari dalam tubuh untuk membantu menghilangkan bau badan, melalui beberapa mekanisme:

A. Detoksifikasi Alami

Beluntas membantu mengeluarkan racun dari tubuh melalui saluran ekskresi seperti urine dan keringat. Efek diuretiknya meningkatkan produksi urin, sehingga tubuh lebih cepat membuang zat sisa.

B. Antibakteri Internal

Kandungan minyak atsiri dan flavonoid dalam beluntas memiliki kemampuan membunuh bakteri penyebab bau, termasuk yang berkembang di saluran pencernaan.

C. Menyeimbangkan Mikroflora Usus

Dengan menyehatkan sistem pencernaan, beluntas mencegah fermentasi dan pembusukan makanan yang dapat menyebabkan bau mulut dan bau badan.

D. Pengaruh Terhadap Aroma Tubuh

Aroma khas beluntas yang dikonsumsi rutin akan berkontribusi pada aroma tubuh yang lebih segar. Dalam budaya tradisional Jawa, beluntas sering dikonsumsi oleh wanita setelah melahirkan untuk menjaga kesegaran tubuh.


4. Manfaat Beluntas untuk Kesehatan Saluran Pencernaan

Salah satu alasan mengapa beluntas digunakan secara turun-temurun adalah karena efek positifnya terhadap sistem pencernaan. Berikut beberapa manfaat pentingnya:

A. Meredakan Perut Kembung dan Masuk Angin

Senyawa karminatif dalam daun beluntas membantu mengurangi gas dalam lambung dan usus. Konsumsi rebusan daun beluntas sangat efektif untuk mengatasi perut begah dan tidak nyaman.

B. Meningkatkan Nafsu Makan

Alkaloid dalam beluntas merangsang sekresi enzim pencernaan sehingga nafsu makan meningkat secara alami.

C. Mengatasi Gangguan BAB

Beluntas memiliki efek laksatif ringan yang membantu memperlancar buang air besar. Bagi penderita sembelit ringan, konsumsi beluntas bisa menjadi solusi alami tanpa efek samping.

D. Mencegah Infeksi Saluran Pencernaan

Kandungan antimikroba dalam beluntas membantu membunuh bakteri patogen seperti Escherichia coli dan Salmonella, yang dapat menyebabkan diare atau infeksi saluran cerna.

E. Menenangkan Peradangan Usus

Beluntas memiliki efek antiinflamasi yang membantu meredakan nyeri atau inflamasi ringan pada usus, seperti pada kasus gastritis ringan.


5. Cara Penggunaan Beluntas Dalam Pengobatan Tradisional

Beluntas dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, tergantung kebutuhan dan preferensi pengguna:

A. Lalapan Segar

Daun muda beluntas sering dikonsumsi sebagai lalapan mentah bersama sambal dan nasi. Rasanya sedikit getir namun khas. Ini adalah cara paling mudah mendapatkan manfaatnya.

B. Rebusan Daun

  • Ambil segenggam daun beluntas segar
  • Rebus dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas
  • Saring dan minum 1–2 kali sehari

Cara ini efektif untuk detoksifikasi, mengurangi bau badan, dan menjaga pencernaan.

C. Teh Beluntas

Daun beluntas dikeringkan dan diseduh seperti teh biasa. Bisa dikombinasikan dengan jahe atau madu untuk rasa yang lebih nikmat.

D. Kapsul Herbal

Beberapa produsen herbal kini menyediakan beluntas dalam bentuk kapsul atau ekstrak cair, memudahkan konsumsi rutin.


6. Efek Samping dan Keamanan Konsumsi

Beluntas termasuk tanaman herbal yang aman dikonsumsi dalam dosis wajar, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Namun, seperti semua bahan alami, beberapa catatan perlu diperhatikan:

  • Rasa getir bisa membuat sebagian orang tidak nyaman jika dikonsumsi mentah
  • Konsumsi berlebihan bisa menimbulkan efek diuretik berlebihan (sering buang air kecil)
  • Tidak dianjurkan bagi ibu hamil dan menyusui tanpa konsultasi dengan ahli herbal atau dokter

7. Beluntas dalam Budaya dan Pengobatan Tradisional Indonesia

Dalam budaya Jawa, beluntas dikenal sebagai “sayur penghilang bau badan” dan sering diberikan kepada wanita dalam masa nifas untuk menjaga kesegaran tubuh. Di Madura, beluntas digunakan dalam ramuan jamu untuk menjaga vitalitas dan daya tahan tubuh.

Di beberapa daerah, daun beluntas juga digunakan sebagai obat oles untuk luka ringan, karena kandungan antimikrobanya bisa mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan.


8. Potensi Beluntas Sebagai Produk Kesehatan Alami

Dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan bahan alami, beluntas berpotensi besar dikembangkan menjadi berbagai produk modern:

  • Teh herbal detoks berbasis daun beluntas
  • Deodoran alami dalam bentuk roll-on atau semprot dengan ekstrak beluntas
  • Suplemen herbal pencernaan
  • Minuman fungsional untuk kebugaran harian
  • Sabun herbal anti-bau badan berbahan dasar ekstrak daun beluntas

Pengembangan ini dapat mendorong petani lokal untuk membudidayakan beluntas secara lebih serius, meningkatkan perekonomian daerah, serta memperluas pasarnya hingga ke ekspor produk herbal tropis.


9. Budidaya dan Keberlanjutan

Beluntas merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan minim perawatan. Tidak memerlukan lahan luas dan bisa ditanam di pot, pagar hidup, atau lahan pekarangan. Keunggulan ini menjadikannya sebagai tanaman ramah lingkungan dan berkelanjutan, cocok untuk program urban farming dan tanaman obat keluarga.

Dengan promosi dan edukasi yang tepat, beluntas bisa menjadi salah satu tanaman prioritas dalam pengembangan industri herbal lokal dan nasional.


Kesimpulan: Beluntas, Herbal Sederhana dengan Manfaat Luar Biasa

Beluntas adalah bukti nyata bahwa herbal lokal yang tumbuh liar pun bisa memiliki manfaat kesehatan yang sangat penting, terutama dalam mengatasi masalah umum seperti bau badan dan gangguan pencernaan.

Dengan kandungan senyawa aktif yang lengkap dan aman, serta tradisi penggunaannya yang telah berlangsung lama, beluntas patut mendapat tempat lebih besar dalam sistem pengobatan alami masa kini.

Konsumsi rutin beluntas—baik sebagai lalapan, teh, atau rebusan—adalah langkah sederhana namun efektif untuk:

  • Menjaga tubuh tetap segar dan bebas bau
  • Mendukung kesehatan saluran pencernaan
  • Menguatkan sistem kekebalan tubuh
  • Mendorong gaya hidup alami dan sehat

Kini saatnya menjadikan beluntas bukan hanya sebagai tanaman pagar atau lalapan, tetapi juga sebagai bagian penting dari gaya hidup sehat dan solusi alami untuk kesehatan harian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *